Perdoski Dukung Perubahan Nomenklatur Profesi Dokter Spesialis Kulit di Indonesia 

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mendukung penuh perubahan nomenklatur profesi dokter spesialis kulit di Indonesia. Organisasi yang didirikan pada 10 Januari 1966 ini bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut menyosialisasikan perubahan nomenklatur tersebut agar menjadi pengetahuan bersama di masyarakat. Perubahan nomenklatur tersebut adalah perubahan penyebutan gelar dokter spesialis kulit dan kelamin dari Sp.KK / Sp.DV menjadi Sp.DVE atau Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika kepada masyarakat luas.

"Sangat penting untuk terus menginformasikan perubahan ini demi kenyamanan masyarakat dalam berobat dan berkonsultansi serta menghindari keraguan, kekhawatiran akan kompetensi dari Sp. DVE.” kata Ketua Umum Perdoski, Prof. Dr. dr. M. Yulianto Listiawan, Sp. D.V.E., Subsp O.B.K FINSDV, FAADV di acara webinar dengan media di Jakarta, Rabu, 31 Januari 2024. Dia menjelaskan, nomenklatur baru tentang gelar SP. DVE tertuang dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) No. 99 tahun 2021 tentang standar Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Dermatologi dan Venereologi. Selain itu perubahan nomenklatur ini juga dicantumkan dalam surat Salinan Keputusan DIrektur Jendral Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi No.: 163/E/KPT/2022 tentang Nama Program Studi Pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.

Perdoski Dukung Perubahan Nomenklatur Profesi Dokter Spesialis Kulit di Indonesia Rayakan HUT ke 58 Tahun, Perdoski Edukasi Masyarakat tentang Perubahan Gelar Dokter Spesialis DVE Mengenal Apa Itu Penyakit Kusta dari Penjelasan Dokter Spesialis Kulit RSUD Provinsi NTB

Pastikan Kesehatan Kulit Anak Panti Asuhan, PSC dan Perdoski Pontianak Gelar Pemeriksaan Gratis Dorong Pemenuhan Nakes, Dokter Indonesia Bisa Meneruskan Spesialis di AS Gratis Dokter Spesialis Anak: Saluran Cerna yang Sehat Dukung Perkembangan Sosial Emosional si Kecil

Ketua Pansus I DPRD Paser Beber akan Ada Perubahan Nomenklatur di Susunan Perangkat Daerah Pertama di Indonesia, RSUD dr Iskak Tulungagung Jadi Tempat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung Perubahan nomenklatur ini juga disebutkan dalam Surat Pemberitahuan Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia (KDVI) No.: 1322 1/Kolegium DV/VIII/2022 mengenai Pemberitahuan Perubahan Nomenklatur dan Gelar.

Prof Yulianto Listiawan mengatakan, ruang lingkup dokter SpDVE, menangani berbagai kelainan kulit peradangan, infeksi, tumor dan bedah kulit, alergi, hingga infeksi menular seksual. Ruang lingkup kerjanya juga meliputi penanganan berbagai tindakan kosmetik medik seperti laser, injeksi botox, microneedling, peeling, filler, threadlift, bedah kulit dan berbagai tindakan di bidang estetika lainnya. Seluruh ruang lingkup Sp.DVE mencakup seluruh rentang usia, dari bayi hingga lansia.

Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 dan influencer mendukung perubahan nomenklatur ini. “Saya sendiri awalnya sempat bertanya tanya tentang gelar Sp.DVE yang mulai digunakan oleh beberapa dokter, apa sih bedanya dengan Sp.KK? kemudian Sp.DVE menangani apa saja? Ada kekhawatiran, betul tidak ya, apakah saya ditangani oleh dokter yang tepat," ungkapnya. Setelah memahami bahwa memang terjadi perubahan gelar, dia mengaku menjadi tenang dan tidak khawatir lagi.

"Informasi perubahan gelar ini penting sekali untuk mengedukasi diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari kebingungan dan salah paham, terlebih sangat perlu untuk memahami kompetensi Sp.DVE agar tepat memilih sesuai kebutuhan kesehatan kita," bebernya. Penyebaran informasi perubahan gelar Sp.DVE ini sejalan dengan berbagai agenda perayaan ulang tahun Perdoski ke 58 yang hadir melalui webinar, workshop dan bermacam lainnya. Ketua Panitia HUT Perdoski ke 58 sekaligus Ketua Bidang Sosial dan Kerjasama dr. Andreas Widiansyah, Sp. D.V.E., FINSDV, FAADV menambahkan, sebagai organisasi profesi, Perdoski selalu berupaya berkontribusi dan terlibat di tengah masyarakat dengan berbagai aktivitas nyata.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa saat ini perkembangan dunia digital sangat masif sehingga beragam webinar, penyebaran informasi dan kegiatan interaktif dimaksimalkan dengan memanfaatkan channel dan platform digital seperti sosial media," ungkapnya. Webinar, workshop, diskusi panel dan penyebaran informasi terus digencarkan secara digital tanpa meninggalkan partisipasi di dunia nyata seperti bakti sosial dan seminar umum. Ditambahkan oleh Ketua Umum Perdoski, perayaan kali ini memberikan sejumlah responsibilitas bagi seluruh anggota Perdoski untuk juga menjadi momen untuk berkomitmen dalam mengedukasi berbagai lapisan masyarakat untuk mengetahui perubahan gelar Sp.KK/Sp.DV menjadi SP.DVE.

“Sejak akhir 2023 gelar Sp.KK/Sp.DV berubah menjadi Sp.DVE. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kompetensi Sp.KK/Sp.DV sama dengan dokter Sp.DVE.seluruh dokter spesialis kulit ini sahih sesuai bidang yang dipelajari.” Segenap dokter Sp. DVE dinaungi oleh satu organisasi, yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). Saat ini, Perdoski menaungi 29 Perdoski Cabang yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura dan juga 13 Kelompok Studi. Terdapat lebih dari 2900 Anggota Perdoski, yang terdiri dari hampir 2400 dokter Sp. DVE dan 500 Anggota Muda Perdoski yang sedang menempuh pendidikan DVE.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mendukung penuh perubahan nomenklatur profesi dokter spesialis kulit di Indonesia. Organisasi yang didirikan pada 10 Januari 1966 ini bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut menyosialisasikan perubahan nomenklatur tersebut agar menjadi pengetahuan bersama di masyarakat. Perubahan nomenklatur tersebut adalah perubahan penyebutan gelar dokter spesialis kulit dan kelamin dari…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *