Gunakan Deepfake Security agar Verifikasi Biometrik Aman

Hasil dari teknologi kecerdasan buatan atau AI yaitu deepfake kini sudah digunakan di mana-mana. Deepfake menghasilkan foto, video atau audio palsu yang dibuat sangat mirip dengan suatu individu. Deepfake ini dapat memberi ancaman, salah satunya pada verifikasi biometrik. Oleh karena itu, deepfake security dibutuhkan agar mencegah adanya penipuan lewat deepfake. Biometrik sendiri kini semakin populer dan banyak diadopsi oleh berbagai sektor untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi.

Perbankan dan Keuangan

Dalam sektor perbankan, verifikasi biometrik digunakan untuk meningkatkan keamanan transaksi dan akses akun. Bank-bank menggunakan teknologi seperti pengenalan sidik jari dan wajah untuk mengautentikasi nasabah saat masuk ke aplikasi mobile banking atau melakukan transaksi di ATM. Implementasi ini membantu mengurangi risiko penipuan dan memastikan bahwa hanya pemilik akun yang dapat mengakses layanan perbankan.

Pemerintahan dan Identitas Digital

Pemerintah di berbagai negara menggunakan verifikasi biometrik untuk penerbitan dokumen identitas, seperti KTP elektronik (e-KTP) di Indonesia. Data biometrik yang disimpan dalam chip e-KTP memastikan bahwa identitas setiap warga negara dapat diverifikasi dengan cepat dan akurat. Selain itu, verifikasi biometrik juga digunakan dalam program pemilu untuk memastikan keabsahan pemilih dan mencegah kecurangan.

Layanan Kesehatan

Di sektor kesehatan, verifikasi biometrik membantu memastikan keamanan dan kerahasiaan catatan medis pasien. Rumah sakit dan klinik menggunakan teknologi ini untuk mengidentifikasi pasien dengan cepat dan akurat, menghindari kesalahan identitas, dan memastikan bahwa hanya individu yang berwenang yang dapat mengakses informasi medis. Ini juga memudahkan pasien untuk mendapatkan layanan medis tanpa perlu membawa dokumen identifikasi fisik.

E-Commerce dan Pembayaran Digital

Dalam e-commerce dan pembayaran digital, verifikasi biometrik digunakan untuk mengautentikasi pembeli dan menyelesaikan transaksi dengan aman. Platform e-commerce menggunakan teknologi seperti pengenalan wajah atau sidik jari untuk memverifikasi identitas pengguna saat melakukan pembelian online. Ini membantu mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap platform tersebut.

Meski biometrik terbilang aman, penipuan lewat deepfake tetap saja bisa terjadi. Maka diperlukan deepfake security seperti teknologi baru VIDA yaitu VIDA deepfake shield. Teknologi ini mampu mendeteksi deepfake saat verifikasi biometrik. Dengan deepfake security, penipuan pun dapat tercegah.

 

Hasil dari teknologi kecerdasan buatan atau AI yaitu deepfake kini sudah digunakan di mana-mana. Deepfake menghasilkan foto, video atau audio palsu yang dibuat sangat mirip dengan suatu individu. Deepfake ini dapat memberi ancaman, salah satunya pada verifikasi biometrik. Oleh karena itu, deepfake security dibutuhkan agar mencegah adanya penipuan lewat deepfake. Biometrik sendiri kini semakin populer…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *